Irama, melankolik bunyinya.
Ratib, bergetar suaranya.
Jerit, hambur semuanya.
Ada irama dalam hatiku.
aku dengar... tidak jelas, tapi cukup untuk aku hayatinya.
Aku hanya ingin alunkannya.
Tetapi, mereka bisa kata aku wanita gila.
Beralun sumbang tanpa iringan nyata.
ah delusi mungkin! Lupakan saja.
Ada getar dalam ratibku.
aku rasa... tidak jelas, tapi cukup untuk menyeksaku.
Alunan aku jadi sumbang... tersekat sekat..
aku ingin terus meratibnya.
Ratib terus, tanpa noktah noktah ketika.
Maka aku terus meratib.
Meratib sendu dalam hatiku.
Ada jerit dalam suaraku.
Lantang di telinga namun suram di pengertian.
Lantas apa guna lantang, kalau kosong inputnya
Aku dengar.. jelas, tetapi tiada guna..
Maka aku diamkan jerit itu..
Biar saja iramanya meratib diam dalam hatiku.
Suatu masa,
Akan aku alunkan saja irama itu.
Akan aku ratibkan deras rasa itu.
akan aku jeritkan keluar suara itu.
Tunggu saja.... Akan tiba suatu masa..
No comments:
Post a Comment