sayup
aku berbicara
harapnya dengar
tapi pastinya tidak
rindu itu ada
lafaznya kelam
benci itu tiada
zahirnya menjelang.
katanya
kalau sayang, jangan dimarah marah
kalau rindu. jangan dibenci benci.
Indah pujangga dari realiti yang menata.
yang dibilang jangan, itulah laku kita.
aku hidup, tanpa engkau ada.
aku suka, melihat engkau gembira.
aku duka, melihat engkau gempita
itulah bahasa kita.
aku tutur, engkau dengar.
engkau bicara, aku khayal.
suara kita tetap bergema.
namun di jiwa yang berpusu pusu,
kita tetap berbicara lesu
aku, kau...
bukan bisu tetapi hanya bicaranya yang lesu.
kita berbicara lesu.
No comments:
Post a Comment