Ingin dibuat, jeritnya jangan!
Hati rawan, dibiarnya saja asal tetap dengan jangan.
Katanya pergilah mana kau nak pergi asal yang satu itu tetap jangan.
Hati memberontak, kenapa harus ada jangan?
Satu perkataan yang menyekat aliran kehidupan semata.
Perkataan yang membuatkan apa yang harus dibuat tidak terbuat.
Perkataan yang bisa membejat rasa kobar.
Jeritnya sendiri, hidup itu pasti ada mahunya.
Mahunya satu, dua, beribu, bahkan tidak terbilangkan.
Tetapi dengan jangan, yang dua bisa jadi satu, yang beribu tinggalnya ratusan saja.
Ah! rasa yang harus terbiarkan.
Alangkah sayang.
Hati meningkah, minda berfikir.
Tetapi aku tetap tidak punya jawapannya.
Mungkin harus aku biarkan dulu.
Dan harus aku lihat mana jangan akan bawa aku pergi.
Ah! kosong!
P/S : Yesterday was okay. We had ward round till the afternoon. Ah, really refresh my rusty O&G knowledge.
10 hari lagi. Bangunlah. Mari bersama mendambakan keampunan Allah.
ReplyDeletehmmm... siape ni ye? btw tq.. InsyaAllah
ReplyDeleteSudah hampir ke penghujung nya:(
ReplyDeleteadakah kita akan bertemu lg?..manfaatkan ia.