Semata demi senja,
Kau biar burung merengek manja,
Kau lakar potret kita di kanvas lebar,
Kau berbicara hingga saat tiba.
Semata demi senja,
Aku relakan kita berbahasa,
Aku biarkan saja unggas unggas menyanyi kecewa.
Aku tujukan mata melihat senja kala.
Semata demi senja,
Akhirnya apa yang kita cari kunjung tiba.
bukan kata, bukan potret di kanvas lebar, bukan jua nyanyian kecewa.
Jauh sekali bicara manja di kala senja.
Di senja itu,
Jauh kita menongkah lewat masa lalu,
Mengutip sisa-sisa yang jauh terjeruk di lubuk situ.
Lantas kita kutip dan kita genggam jitu.
Dilepas tidak, dibuang jangan.
Kerana hanya itu kita punya masa lalu.
Semata demi senja itu.
This potrait is merely a portrait. Not referring to anyone.

len kali sketch la pic ai...cun cket..bwahahhaha
ReplyDelete