Sang ratu membilang cinta,
Satu dihati, satu di mata,
Dua di jiwa.
Mereka bertanya,
Dimanakah cintamu yang satu, wahai Sang ratu?
Lantas, tangan bersilang, nadi berderu, lidah bertutur,
Cintaku yang satu tinggi di Arash,
Tercapai dek hati,
Digenggam jauh sekali.
Lidah mereka bertanya lagi,
Indahkah rasa itu wahai Sang ratu?
Lantas jawabnya,
Indah itu milik yang merasa,
Mata yang melihat,
Telinga yang mendengar,
Hati yang memahami,
Justeru, cinta itu milikMu.
No comments:
Post a Comment